MANUSIA DAN PENDERITAAN
MANUSIA
Manusia dapat diartikan berbeda-beda
menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara
biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk
manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak
berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep
jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan
kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali
dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka
dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat
majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya
untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika
dibandingkan dengan makhluk lainnya. Terdiri dari dua hal,yaitu perasaan
inderawi dan perasaan rohani. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya
terdapat pada manusia,misalnya:
1. Perasaan intelektual,
2. Perasaan estetis,
3. Perasaan etis,
4. Perasaan diri,
5. Perasaan sosial,
6. Perasaan religius
PENDERITAAN
Penderitaan
berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra
artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan
sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir
atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan
dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang
ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas
penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum
tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan
merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah
awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.
HUBUNGAN MANUSIA DAN
PENDERITAAN
Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan
keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam
diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air
dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak
terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi
manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk
selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan
kekal di akhirat.
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya
menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri
namun juga nurani.
Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun
manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga
dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang
kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya
akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.
Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari
penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami
rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya
memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun
sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan
membawa pada penyiksaan didalam neraka.
CONTOH KASUS
Nasib tragis dialami oleh seorang perempuan yang berayah dari
Australia ini. Gadis yang masih berusia 13 tahun itu telah menjadi budak seks
selama 3 tahun oleh ayahnya sendiri.
Dikutip dari worldwideweirdnews ayah tak bermoral ini selalu
memperkosa anak perempuannya. Perbuatan inses ini terungkap dalam persidangan
yang baru-baru ini dilakukan di pengadilan Victoria, Australia.
Dalam persidangan tersebut hakim sangat terkejut mendengar
permintaan gadis yang tak disebutkan namanya ini. Gadis kecil itu meminta hakim
untuk membebaskan ayahnya dari penjara.Jaksa juga mengungkap fakta, gadis kecil itu mengalami pelecehan
seksual dari ayah kandungnya sendiri sejak ia berusia 10 tahun. Namun jika sampai ayahnya dipenjara, dia mengatakan akan
mengunjunginya. Bahkan dia berharap jika suatu hari dirinya menikah, ia
berharap ayahnya bisa menyaksikan kebahagiaannya. Pria 54 tahun itu menyesal, mengaku bersalah atas apa yang telah
dilakukannya. Dia dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan harus bekerja sebagai
volunteer untuk melayani masyarakat sebelum hukumannya berakhir.
Manusia memang tidak
seterusnya selalu mendapatkan kenikmatan dalam hidupnya. Terkadang kehidupan
selalu diselingi dengan adanya penderitaan dan itu akan terjadi pada setiap
makhluk hidup terutama manusia. Memang penderitaan itu akan berdampak buruk
bagi kehidupan, namun sebagai manusia yaang dianugrahi akal pikiran. Sebaiknya
harus siap-siap menghadapi hal tesebut. Karena kita tidak tahu akan terjadi
kapan penderitaan yang akan dialami kita pada suatu saat nanti.
Sebagai peduli
terhadap penderitaan orang lain, biasanya ada suatu pihak yang memanfaatkan hal
itu sebagai bahan pembuat barita atau sebagai karya seni yang beguna untuk
media informasi. Jadi, dengan cara itu akan membuat seseorang yang melihat
media informasi akan merasa priharin terhadap penderitaan seseorang dan akan
menciptakan saling sikap peduli satu sama lain.
